Logo SantriDigital

ramadhan

Kultum
H
hasansultoni
28 April 2026 3 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة: 183) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin wal hadirat, mukminin wal mukminat, Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jalan-jalan ke pasar di hari Minggu, Melihat pedagang menjual buah delima. Ramadhan telah tiba penuh berkah selalu, Mari kita sambut dengan hati gembira. Alhamdulillah, pada kesempatan yang mulia ini, kita kembali dipertemukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam bulan nan agung, bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka, bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang kedatangannya senantiasa dinanti oleh setiap insan yang beriman. Bulan Ramadhan adalah karunia terbesar dari Allah untuk kita. Sebuah kesempatan emas yang diberikan Allah bagi kita untuk membersihkan diri, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa, sebuah kesadaran diri yang mendalam akan kehadiran Allah dalam setiap hembusan nafas, dalam setiap langkah, dalam setiap ucapan, bahkan dalam setiap detak jantung kita. Bagaimana puasa membentuk ketakwaan? Pertama, dengan menahan diri dari hawa nafsu. Kita belajar mengendalikan keinginan-keinginan yang seringkali menjerumuskan kita kepada kesalahan. Kita belajar berkata jujur, menahan pandangan dari maksiat, menjaga lisan dari ghibah dan fitnah. Ini adalah latihan mental dan spiritual yang luar biasa. Kedua, Ramadhan mengajarkan kita empati dan kepedulian. Dengan merasakan lapar dan dahaga, kita menjadi lebih peka terhadap penderitaan saudara-saudari kita yang kurang beruntung. Inilah momentum untuk meningkatkan infaq, sodaqoh, dan zakat kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya di surga ada pintu yang disebut Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat, tidak ada yang masuk melaluinya kecuali mereka." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya orang yang berpuasa, dan bagaimana amalan puasa ini kelak akan menjadi sebab kita meraih surga. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam dilipatgandakan (balasannya) 700 kali lipat. Kecuali puasa. Allah berfirman, 'Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Dia meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku.'" (HR. Muslim). Sungguh sebuah kehormatan, ketika ibadah kita, khususnya puasa, diperuntukkan langsung kepada Allah dan balasan-Nya adalah langsung dari Allah Sang Maha Pemberi Balasan. Para ulama salaf pernah berkata, "Bulan Sya'ban adalah bulan penyubur tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan panennya." Ini berarti, persiapan yang kita lakukan di bulan Sya'ban, seperti memperbanyak puasa sunnah dan tadarus Al-Qur'an, akan berbuah manis di bulan Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yang melewati bulan Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan, tanpa meningkatkan ketakwaan. Saudaraku sekalian, Ramadhan ini adalah kesempatan kita untuk merajut kembali hubungan kita dengan Allah, memperbaiki hubungan kita dengan sesama. Mari kita manfaatkan setiap detik dalam bulan yang penuh berkah ini. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan yang terbaik dalam hidup kita. Sungguh, ada kebahagiaan yang tak terperi ketika kita mampu menahan diri dari keburukan dan berjuang untuk kebaikan. Oleh karena itu, marilah pada kesempatan yang berbahagia ini, kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas puasa kita. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, menjaga mata, menjaga hati, dan memperbanyak amal shalih. Mari kita perbanyak membaca Al-Qur'an, mendirikannya dengan shalat malam, mengeluarkan zakat dan sedekah, serta saling memaafkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kita kekuatan dan kemudahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima segala amal ibadah kita, dan menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan bagi kita semua, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →